Malam kedua. Lorong Kos ini tidak pernah semurah hati itu. Dan kehilanganmu, sangat merepotkan, Kawan.
PAGE 01
Aku ingat jelas meletakkanmu setelah sesi Mi Instan dan tugas jam dua pagi. Dekat tempat sampah ini... atau mungkin meja belajar?
PAGE 02
(Pikiran Arta): Jangan panik, Arta. Ini hanya kepalamu. Barang pribadi. Bukan dompet. Bukan kunci.
PAGE 03
Kenangan terakhirmu... terlalu banyak kafein, terlalu banyak revisi. Aku yakin kau bersandar di suatu tempat yang keras.
PAGE 04
Lia: 'Aduh! Mas Arta, hati-hati dong!' Arta: 'Maaf! Kepalaku—Maksudku, barangku, aman kan?'
PAGE 05
Lia: 'Apa-apaan ini?! Kenapa ada benda menyeramkan begini di emberku?!' Arta: 'Oh. Bukan milikku. Bukan itu yang kucari.' (Dia terlihat sedikit kecewa).
PAGE 06
Arta tersenyum lega sambil memeluk 'kepalanya' dan flash drive itu. Narasi Penutup: 'Ah. Itu dia. Tugas skripsiku. Aku hanya butuh flash drive itu. Kepala ini... yah, dia hanya ikut mencari.'